E ntah bagaimana logikanya. Seorang ibu-ibu kaya berbelanja, langkah kakinya terhenti di depan seorang penjual sayur mayur nan sederhana. "Berapa harga satu ikat kangkung?.." abang penjual kangkung menjawab: "Seribu Rupiah.. saja Bu...!". Si ibu kaya itu lalu berkata: "3 ikat = Dua Ribu Rupiah Ya...?". "Wah, nggak dapat Bu...". Jawab penjual kangkung. "Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli". Kemudian si ibu kaya itu pergi dg perlahan Dengan wajah memelas, akhirnya si penjual kangkung itu berkata: "Ya sudahlah bu... Ambillah..!". Si perempuan kaya itu membeli dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia. Di lain waktu, ibu kaya itu makan di sebuah restoran mewah bersama keluarganya. Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis 415 ribu. Ibu itu mengeluarkan lembaran 100 ribu sebanyak 5 lembar, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi, lalu ia berpesan: "Kembaliannya ambil...
S elesai sudah masakanku. Oseng ikan asin dan sayur asam adalah nama menunya. Ini akhir bulan. Sisa keringat suamiku harus aku hemat-hemat. Di dalam dompetku ada dua ratus ribu. Biasanya cukup untuk satu minggu menyambung pada gajian berikutnya. Kami baru saja selesai makan saat Ibu menelepon. "Tik, Ibu ini lagi jalan ke rumahmu. Mumpung libur kerjanya. Kamu di rumah, 'kan?" katanya dari seberang. Aku meneguk ludah. "Tik! Walah anak ini diajak omong kok malah ngelamun." "I ... iya. Titik di rumah, Bu. Dua minggu lalu, 'kan Titik sudah jenguk Ibu. Nginap satu minggu lagi. Seharusnya, Ibu nggak perlu repot-repot ke mari. Liburan dipakai istirahat saja, 'kan enak," kataku sambil mengetuk-ngetukan jemariku ke meja. "Bosan, Tik. Sudahlah. Tunggu Ibu, ya? Kamu sudah masak, 'kan? Ibu belum sarapan soalnya." Aku menghela napas. Melirik ke atas meja lauk-pauk yang cukup untuk makan siang kami. "Sudah, Bu." "Alhamdulillah. Yo...