Langsung ke konten utama

CUBITAN UNTUK KITA SEMUA

E
ntah bagaimana logikanya. Seorang ibu-ibu kaya berbelanja, langkah kakinya terhenti di depan seorang penjual sayur mayur nan sederhana.

cerita-ilustrasi-penjual-sayur

"Berapa harga satu ikat kangkung?.."
abang penjual kangkung menjawab:
"Seribu Rupiah.. saja Bu...!".

Si ibu kaya itu lalu berkata:
"3 ikat = Dua Ribu Rupiah Ya...?".
"Wah, nggak dapat Bu...". Jawab penjual kangkung.

"Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli". Kemudian si ibu kaya itu pergi dg perlahan
Dengan wajah memelas, akhirnya si penjual kangkung itu berkata:

"Ya sudahlah bu... Ambillah..!".

Si perempuan kaya itu membeli dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia.

Di lain waktu, ibu kaya itu makan di sebuah restoran mewah bersama keluarganya. Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis 415 ribu.

Ibu itu mengeluarkan lembaran 100 ribu sebanyak 5 lembar, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi, lalu ia berpesan:

"Kembaliannya ambil saja.. anggap sebagai uang tips!".

Hal seperti ini sering terjadi dalam masyarakat. Banyak manusia yang merasa hebat ketika bisa menekan orang lemah, tapi melunak dan segan kepada orang yang memang sudah berpenghasilan besar juga.

Ayo kita buat gerakan TIDAK menawar kepada penjual2 sayuran atau makanan yang dijual oleh orang2 kecil, terlebih kepada teman dan tetangga, bila harganya masih terbilang wajar.

BERNIATLAH untuk membantu melalui kepedulian dan jalan ibadah kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insiden Belasan Tahun Silam Di Cina

S ebuah foto lama, namun masih cukup baik untuk dipetik kembali hikmahnya. Yaitu tentang insiden yang terjadi belasan tahun silam di Cina, ketika sebuah truk besar tergelincir saat melintasi jalan layang. Kepala truk tersebut menerobos pembatas jalan, dan bisa menyebabkan kendaraan berat itu terjun bebas ke bawah. Namun karena muatan yang dibawanya cukup banyak, justru truk itu selamat! Beban berat yang dipikulnya ternyata menahan kepala truk agar tidak terjatuh. Petugas keamanan lantas datang melakukan operasi penyelamatan, dan orang-orang kemudian ramai mengomentari insiden tersebut bahwa terkadang beban yang berat itu menyelamatkan hidup kita. Mengingatkan kepada kisah tentang seorang lelaki dari India dan temannya yang sedang mendaki gunung Himalaya. Mereka berdua dalam perjalanan turun dari gunung dan berjuang melawan suhu dingin yang ekstrim. Di tengah perjalanan mereka menjumpai seorang pendaki lain yang kakinya terjepit di antara bebatuan. Sang lelaki memutuskan untuk menolong ...

Kamu Membantu Orang Lain Memotong Tali, Tapi Dia Justru Menendang Kursi Pijakanmu

K amu Membantu Orang Lain Memotong Tali, Tapi Dia Justru Menendang Kursi Pijakanmu. Ilustrasi Orang yang baik selalu merasa tidak enak hati dalam melakukan apa pun, selalu takut berbuat salah pada orang lain. Dia selalu menganggap semua orang itu baik, dan tidak pernah mengantisipasi orang lain (niat baik atau buruk seseorang), bahkan selalu memikirkan perasaan dan posisi orang lain. Jadi, seseorang yang makin baik hatinya, semakin rentan tersakiti. Ini bukan kesalahan orang baik, juga bukan karena orang baik itu bodoh, tapi orang baik itu tidak tahu bagaimana melindungi dirinya ... ? Tapi ingat..!! Saat Anda menyakiti orang baik, dia tidak akan memilih untuk menyakiti Anda, dia hanya menjauhi Anda, tidak akan lagi berhubungan dengan Anda...!! Baik itu persahabatan antar teman, cinta antar sesama insan atau kasih sayang antar sanak saudara, guru dan siswa, janganlah menyakiti dan menindas orang baik. Pesan moral : Jadilah orang baik yang tidak sekedar ingin berbuat baik untuk orang lai...

Mempelajari Hidup Dari Sebuah Pohon

S eorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam 2 tanaman yang sama pada lahan yang sama. Yang membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tersebut. Tanaman yang pertama, disirami secara rutin tiap pagi sore. Sedangkan tanaman yang kedua, disirami 2 hari sekali. Ketika tanaman itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tersebut. Perbedaannya cukup mencolok : Dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mencabut akar dari tanaman yang pertama. Untuk tanaman yang kedua, dibutuhkan waktu lebih lama yaitu empat menit untuk bisa mencabutnya! Mengapa hal itu bisa terjadi? Tanaman yang pertama – cukup dimanjakan dengan air yang ia dapat dengan mudah, sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah yang lebih dalam. Sedang tanaman yang kedua – karena mendapat suplai air yang lebih sedikit, maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air, sehingga di dapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah. PESAN MORAL : Car...